Tugu Ikan Tuhu, Dibangun Lewat Tangan Sensitif April Suwarno





Hari ini Selasa 3 Juni 2014, saya hanya ingin menulis tentang seorang sahabat yang bermukim di Way Mengaku , Kecamatan Balik Bukit , Kabupaten Lampung Barat yang pada tahun 1997 melalui tangan-tangan sensitif nya menyelesaikan pembuatan ikon terkenal masyarakat Kabupaten Pesisir Barat yaitu Patung Ikan Tuhu di Kecamatan Pesisir Tengah . Sahabat saya tersebut bernama April Suwarno . Ada yang menyebutnya April Flowers , karena April suatu ketika pernah sangat terlibat dalam hal-hal tanaman bunga.

April berangkat dari Lubuk Linggau , Sumatera Selatan ke Liwa pada tahun 1993 akhir dengan membuka usaha yang bernama "Pasir Intan " , usaha nya bergerak di bidang pembuatan paving, nisan untuk makam , pot-pot kembang dan berbagai hal yang berhubungan dengan cetak mencetak berbahan semen . Sampai pada sekitar tahun 1997 Camat Pesisir Tengah pada waktu itu Yanwar menawarkankan untuk membuat patung tugu Ikan Tuhu . Maka berangkatlah April bersama beberapa rekan nya menuju daerah Pesisir . April kelahiran 4 April 1962 memulai kegiatan pembuatan Patung tersebut dengan merubuhkan patung bercorak api unggun . Untuk merubuhkan patung tersebut April dibantu oleh salah seorang masyarakat setempat dengan menggunakan kendaraan roda empatnya. " Patung tersebut diikat dan ditarik dengan mobil, sehingga patung yang lama rubuh dengan cepat , jika tidak dibantu tentu akan lebih lama kami di Krui,!" demikian kisah April. 

Pembuatan patung ikan tuhu dimulai dengan ornamen bagian bawah yaitu ornamen pohon damar dengan ketinggian 3m, selanjutnya diatas ornamen pohon damar dilanjutkan dengan ornamen utama yaitu patung ikan tuhu setinggi 2m . "Masyarakat sekitar banyak yang berkomentar , itu ikan tuhu layar !" demikian komentar masyarakat setempat mengkomentari pekerjaan April. "Saya selesaikan selama 3 minggu , selama itu saya tinggal di Losmen Kuala Stabas,!" kata April .

April yang sejak 1997 merupakan salah satu mitra Kantor BLHKP Lampung Barat dalam kegiatan-kegiatan edukasi dan komunikasi masyarakat di Bidang Lingkungan kini bersama istrinya lebih banyak menekuni usaha barunya yaitu Pondok Santap Lesehan yang bernama Umah Nduwur ( Rumah Diatas). 

Ikan blue marlin atau oleh masyarakat Krui populer dengan sebutan ikan tuhu, sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat lokal dan sekitarnya,sehingga ikan ini menjadi ikon masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.(duta suhanda @MahameruFMLiwa)

0 Response to "Tugu Ikan Tuhu, Dibangun Lewat Tangan Sensitif April Suwarno "

Posting Komentar