Suatu Saat Saya Akan Berkunjung Ke Sekala Brak

Terpukau dan terpesona akan indah gemerlapnya budaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak "Kepaksian Pernong" , Lampung yang tersaji pada Perhelatan Gelar Tradisi Komunitas Budaya (GTKB) , Sri Guritno Kepala Seksi / Kasi Bidang Tradisi Kemendikbud RI tak kuasa menyembunyikan kekaguman yang tampak melalui kedua bola matanya, ia pun berkata : " "Sungguh saya terpukau menyaksikan upacara adat ini, saya membayangkan jika menyaksikan upacara yang sebenernya, pasti sangat luar biasa, suatu saat saya akan berkunjung ke Sekala Brak" ! . Sri Guritno adalah salah satu dari ribuan masyarakat nusantara yang beruntung bisa berada di  di Propinsi Bengkulu tanggal 23-26 Juni 2014 , tep.atnya di arena utama Panggung Kebangsawaan Bengkulu menyaksikan hidupnya kembali ragam budaya yang ditampilkan 14 Komunitas Adat (Komdat) se Sumatera, termasuk Komdat Kepaksian Pernong .

 Perhelatan GTKB dibuka oleh Dirjen Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YMK dan Tradisi Ibu Dra. Sri Hartini, M.Si mewakili Mendikbud, dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Walikota serta Forkompimpda Bengkulu. "Gelar Tradisi Komunitas Budaya diselenggarakan dengan harapan menambah wawasan masyarakat tentang keragaman budaya sehingga akan tumbuh sikap saling menghargai dan toleransi antar sesama anak bangsa, keberagaman budaya dari masing-masing kelompok komunitas adat ini diharapkan menjadi warisan budaya yang terus dihargai sebagai kekayaan bangsa." demikian Sri Hartini ketika membuka acara tersebut . Sementara itu Endang Guntoro Canggu Wakil dari Kepaksian Pernong ,Kerajaan Sekala Brak Lampung kepada Mahameru FM mengatakan Acara pembukaan di mulai Jam 14.00Wib di Arena Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, seluruh Komdat mengadakan defile peserta di depan tribun kehormatan hingga berakhir pada jam 17.00 Wib . Dalam pameran dan bazaar Kepaksian Pernong membawakan pusaka-pusaka kerajaan, liflet tentang sejarah kerajaan dan silsilah kerajaan, foto-foto kegiatan kerajaan dan standing banner yang mengungkapkan tentang informasi kerajaan, dalam bazaar Kepaksian Pernong menampilkan kue-kue khas kerajaan, dan pada malam harinya Senin 23 Juni Kepaksian Pernong mendapat giliran untuk menampilkan Pagelaran Upacara Adat "Penattahan Adok" di giliran ke-4 setelah 3 komunitas lain, penampilan yang digelar selama -/+ 60 menit tersebut Kepaksian Pernong menampilkan ilustrasi tentang upacara penatttahan adok yang dilaksanakan oleh Sultan terhadap seorang Raja Jukkuan Paksi.

 " Upacara adat Netah Adok tersebut digelar dan dikemas dengan sederhana mulai dari upacara inti netah adok sampai dengan tari-tarian kerajaan, diawali dengan prosesi lapahan saibatin secara sederhana mengingat keterbatasan peserta yg memang dibatasi oleh Panpel, dilanjutkan dengan tari batin, dan prosesi penetahan adok secara lengkap dan ditutup dengan tari-tarian kerajaan, alhamdulillah sambutan penonton sangat luar biasa dan dari seluruh rangkaian yang digelar Kepaksian Pernong tampil dengan baik " ! demikian Endang .Lebih lanjut Endang Guntoro Canggu mengatakan bahwa pada Selasa 24 Juni, Seem R Canggu Gelar Raja Duta Perbangsa menjadi narasumber dalam sarasehan yang juga merupakan kegiatan inti GTKB, sebagai peserta sarasehan Anthon Cabara Maas Gelar Radin Menang Betanding, Nyoman Mulyawan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pemuda,Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat. Kepaksian Pernong dalam Perhelatan Gelar Tradisi Komunitas Budaya Bengkulu 23 - 26 Juni ikut dalam semua kegiatan yang digelar, Perhelatan ini akan di tutup pada Rabu 25 Juni.

Gelar Tradisi Komunitas Budaya yang diikuti sekitar 450 peserta ini berasal dari Komunitas Adat Paksi Pak Skala Brak dari Lampung Barat Propinsi Lampung, Komunitas Adat Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Komunitas Adat Mentawai Sumatera Barat, Sawang Belitung dari Provinsi Bangka Belitung, Nagari Pauh dan Nagari Bayang Serta Komunitas Adat Ilau dari Sumatera Barat, Komunitas Adat Kayu Agung dan Dul Muluk dari Sumatera Selatan,  serta lima komunitas adat dari Provinsi Bengkulu masing-masing Lebong, Serawai, Lembak, Melayu Bengkulu dan Melinting dari Kabupaten Kaur.
( duta suhanda @MahameruFMLiwa)






0 Response to "Suatu Saat Saya Akan Berkunjung Ke Sekala Brak"

Posting Komentar